Baterai natrium adalah baterai yang menggunakan ion natrium sebagai pembawa muatan. Baterai diisi dan dilepaskan dengan memasukkan dan memisahkan ion natrium antara elektroda positif dan negatif. Prinsip kerja baterai natrium pada dasarnya sama dengan baterai lithium, tetapi pembawa muatan berbeda.
Baik natrium dan Baterai lithium Baterai yang dapat diisi ulang, tetapi ada beberapa perbedaan dan keuntungan antara mereka:
Komposisi kimia yang berbeda
Bahan katode yang digunakan dalam baterai natrium adalah senyawa natrium, sedangkan baterai lithium menggunakan senyawa lithium sebagai bahan katode. Sebagai perbandingan, natrium lebih banyak tersedia dan murah, sedangkan lithium langka dan mahal.
Perbedaan kepadatan energi
Ketumpatan energi baterai natrium sekitar setengah dari baterai lithium, yang berarti bahwa ukuran dan beratnya biasanya lebih besar daripada baterai lithium dengan kapasitas yang sama. Namun, kepadatan energi baterai natrium secara bertahap meningkat dan mungkin sama atau melebihi baterai lithium di masa depan.
Perlindungan Lingkungan
Baterai natrium menggunakan lebih banyak sumber daya, sehingga memiliki lebih banyak keuntungan dalam perlindungan lingkungan daripada baterai lithium. Pada saat yang sama, karena sebagian besar bahan kimia yang digunakan dalam baterai natrium tidak beracun dan dapat diperbarui, limbah yang dihasilkan juga kurang mencemari lingkungan.
Keamanan
Elektrolit baterai natrium sangat mudah terbakar dan korosif, sehingga persyaratan keselamatan yang lebih tinggi diperlukan dalam desain dan pembuatan. Baterai lithium relatif stabil, tetapi juga memiliki risiko keamanan seperti overheating, short circuit dan ledakan.
Skenario yang berlaku berbeda
Karena kepadatan energi yang rendah, baterai natrium biasanya digunakan dalam situasi di mana berat dan volume tidak diperlukan, seperti sistem penyimpanan energi, kendaraan industri, dll. Baterai lithium lebih cocok untuk aplikasi ringan, efisien, dan berkinerja tinggi, seperti perangkat seluler dan kendaraan listrik.
Singkatnya, baterai natrium dan baterai lithium memiliki pro dan kontra mereka sendiri, dan mana yang lebih baik tergantung pada skenario aplikasi dan kebutuhan aktual. Di masa depan, karena teknologi baterai natrium terus berkembang, itu mungkin menjadi solusi energi terbarukan yang lebih kompetitif.